Mendeteksi dan Merawat Electric Power Steering

Dibandingkan dengan mobil-mobil lama, kendaraan modern umumnya menggunakan teknologi electric power steering (eps) dalam sistem kemudi mereka. Meskipun membutuhkan sedikit perawatan, ini tidak berarti eps kebal terhadap kerusakan. Berikut adalah cara mendeteksi jika electric power steering anda bermasalah (mendeteksi dan merawat electric power steering).

Untuk mendeteksi masalah pada sistem kemudi model elektrik, putar kemudi sepenuhnya ke kanan dan kiri saat mobil sedang diam. Meskipun kemungkinan masih dapat berfungsi normal, gejala ini menunjukkan penurunan kinerja power steering yang memerlukan perhatian segera. Cara lain untuk mengidentifikasi penurunan kinerja dari power steering elektrik adalah dengan mengujinya saat mengemudi. Jika kemudi terasa berat, terutama saat belok atau pindah jalur, itu bisa menjadi tanda masalah.

Indikator lain dari masalah adalah jika lampu eps menyala atau berkedip panel instrumen. Jika lampu tersebut menyala, itu adalah tanda peringatan. Dalam kasus tersebut, disarankan untuk memeriksa mobil untuk mencegah masalah semakin memburuk.

Kegagalan eps bisa sebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan mengemudi agresif atau kasar. Selain itu, komponen eps mungkin rusak jika terkena banjir, seperti motor listrik atau modul eps. Oleh karena itu, kendaraan dengan ground clearance rendah sebaiknya menghindari sering melalui daerah tergenang air untuk mencegah kerusakan komponen eps (mendeteksi dan merawat electric power steering).

Mendeteksi dan merawat electric power steering

Kegagalan sensor eps juga dapat mempengaruhi power steering. Ada dua sensor utama yang perlukan: sensor kecepatan, yang menentukan kecepatan mobil untuk menyesuaikan bantuan eps, dan sensor torsi, yang mengukur putaran mesin ke roda. Eps memerlukan arus listrik yang kuat dari baterai untuk berfungsi dengan benar.

Namun, mobil modern umumnya menggunakan teknologi electronic power steering (eps) dalam sistem kemudi mereka. Eps beroperasi menggunakan motor listrik yang kendalikan oleh sebuah modul untuk memudahkan beban saat memutar setir. Berbeda dengan eps yang tidak menggunakan cairan, power steering tradisional dengan tekanan hidrolik biasanya temukan pada mobil yang produksi sebelum tahun 2005. Sistem ini memerlukan minyak yang pompa untuk memberikan tekanan pada rak kemudi.

Tipe power steering ini lebih tahan lama bandingkan dengan eps. Hal ini karena tekanan cairan, bantu oleh mesin, menggerakkan katup pengatur untuk mengarahkan peredaran ke sylinder. Komponen ini jauh lebih kuat banding eps, yang bergantung pada arus listrik untuk mengoperasikan modul dan roda gigi. Selain itu, jika terjadi kerusakan, power steering konvensional lebih murah untuk perbaiki bandingkan dengan eps (mendeteksi dan merawat electric power steering).

Kebocoran cairan akibat kerusakan pada segel kemudi. Power steering hidrolik memerlukan perhatian khusus. Pemilik perlu secara berkala mengganti pelumas dan memeriksa segel dan pompa untuk mencegah kebocoran atau melemahnya respons kemudi.

Memarkir mobil dengan setir terbelokasi dapat dengan mudah merusak power steering. Tipe power steering ini juga menambah beban pada mesin, biasanya menyebabkan putaran mesin menurun saat belok tajam.

Oh, dan untuk menjaga keawetan pompa, segel, rak kemudi, dan poros rak, sarankan untuk tidak memarkir kendaraan dengan setir terbelokasi.

Risiko parking dengan roda belok sistem power steering hidrolik

Selain memudahkan manuver, itu meningkatkan kenyamanan dalam mengemudi. Menurut deltatube, memarkir dengan roda tidak dalam posisi lurus bisa merusak power steering, terutama pada kendaraan yang menggunakan sistem power steering hidrolik. Sistem ini bergantung pada oli untuk menekan rack kemudi, yang mengurangi usaha pengemudi dalam memutar setir. Ketika roda belok, tekanan pada oli power steering fokuskan pada satu sisi. Jika mesin matikan dalam posisi ini, oli terus menekan dan tidak mengalir. Memarkir terus-menerus dengan roda belok bisa merusak segel dan saluran oli, menyebabkan potensi kerusakan dan kebocoran, menghambat fungsi optimal power steering (mendeteksi dan merawat electric power steering).

Power steering hidrolik beroperasi dengan menggunakan cairan bertekanan untuk menjalankan fungsinya. Ini bergantung pada rotasi mesin, yang ditransmisikan melalui sabuk v ke pompa turbin, yang kemudian mendorong cairan ke piston sistem kemudi. Ketika setir putar, cairan membantu membuat kemudi terasa lebih ringan. Terutama, pada kecepatan tinggi, power steering beroperasi bawah tekanan yang lebih tinggi, yang dapat menimbulkan risiko bagi penumpang. Untuk mengurangi hal ini, katup pelepasan sertakan untuk meredakan tekanan selama mengemudi dengan kecepatan tinggi. Bersama dengan pompa turbin, komponen penting dalam power steering hidrolik adalah batang torsi yang terletak kotak roda kemudi, bertanggung jawab atas mengalirkan tekanan dari cairan pompa turbin ke piston rack.

Tenaga kemudi listrik, yang saat ini menjadi fitur standar pada model mobil terbaru, berbeda dari sistem kemudi hidrolik dengan menggunakan sistem listrik, meringankan beban mesin mobil dari tekanan kemudi.

Tentang tenaga kemudi listrik (eps) dalam mobil: keuntungan, perawatan, dan tips merawat eps

Menurut nur imansyah tara, kepala divisi bisnis purna jual auto2000, penerapan tenaga kemudi listrik dalam mobil menawarkan beberapa keuntungan. Selain memudahkan kemudi yang lebih ringan dan nyaman, juga meningkatkan efisiensi mesin dengan mengurangi beban pada sistem kemudi tenaga.

Namun, meskipun tenaga kemudi listrik (eps) meringankan beban pengemudi dalam mengemudi, ia memiliki kelebihan dan kekurangan. Perawatan dan pemeliharaan yang tepat sangat penting. Kerusakan pada komponen eps dapat menimbulkan biaya perbaikan atau penggantian yang lebih tinggi bandingkan dengan sistem kemudi hidrolik (mendeteksi dan merawat electric power steering).

Berikut adalah beberapa tips dalam merawat tenaga kemudi listrik, yang ambil dari auto2000:

Hindari jalan berlubang dengan kecepatan tinggi: kurangi kecepatan saat melewati lubang atau jalan rusak untuk mencegah kerusakan pada berbagai komponen, termasuk poros kemudi dan boot roda gigi terkait dengan mekanisme eps.

Hindari melalui genangan air tinggi: pada beberapa model kendaraan, motor listrik dari eps tempatkan bagian bawah kolom kemudi. Menyelamkan area ini ke dalam air dapat merusak motor listrik. Konsultasikan panduan kendaraan anda untuk memastikan ambang batas aman untuk melewati genangan air.

Hindari gerakan kemudi yang terlalu paksa: hindari memutar kemudi ke batasnya karena dapat mengurangi umur komponen mekanis dalam eps. Putaran tajam dapat membuat kemudi menjadi lebih berat, mengurangi umurnya.

Hindari mengemudi saat mesin dimatikan: memutar roda kemudi saat mesin matikan tidak sarankan karena eps bergantung pada daya listrik.

Monitor sistem listrik mobil dan baterai: secara teratur periksa sistem listrik mobil untuk memastikan modul eps berfungsi dengan baik. Sumber daya utama untuk eps adalah baterai mobil. Baterai yang lemah atau rusak dapat menyebabkan kerusakan pada eps, yang berpotensi merusak komponennya.

Pemeliharaan rutin, termasuk memeriksa kondisi karet roda gigi kemudi dan memastikan fungsionalitas modul eps, sangat penting. Pemeriksaan ini bisa lakukan oleh mekanik tepercaya atau pusat layanan resmi.